Featured

Recent Posts

Minggu, 14 Februari 2016

Cara Memasang Distributor


Memasang distributor merupakan salah satu dari langkah penyetelan awal sebelum menghidupkan mesin. Hal ini dikarenakan distributor adalah komponen yang sangat penting dalam sistem pengapian. Terkait dengan hal tersebut distributor memiliki beberapa peranan penting, antara lain:

1. Membagi tegangan tinggi dari koil ke busi pengapian sesuai dengan urutan penyalaan (Firing Order).
2. Sebagai tempat pemutusan arus primer koil. Membuka-tutup platina untuk menghasilkan induksi tegangan tinggi.
3. Mengatur timing pengapian, dengan bantuan ,governor advancer, advance vacum dan oktan selector.
4. Menggerakkan pompa oli.

Karena perannya yang penting, maka dalam memasang distributor harus benar, jika tidak maka akan membuat mesin akan sulit hidup akibat dari pengapian yang tidak berjalan dengan benar. Langsung saja kita bahas bagaimana cara memasang distributor. Sebelum melakukan pemasangan distributor, hendaknya anda menyiapkan peralatan yang akan digunakan:

1. Tool box (obeng minus, kunci ring)
2. Kunci busi
3. Kunci T 12
4. Timing light
5. Majun
6. Buku manual (jika ada)


Cara Memasang Distributor


Sebelumnya perlu diperhatikan, bahwa tutorial ini dilakukan pada mesin Toyota Kijang 5K dengan distributor delco. Namun, anda tidak perlu khawatir jika mobil anda berbeda jenis, karena tutorial dibawah ini mengajarkan tentang konsep dasar pemasangan distributor, jadi untuk mesin dan distributor yang berbeda dapat menyesuaikan.

1. Menepatkan top kompresi silinder 1 atau 4 dengan cara sebagai berikut:

Cara Pertama: 
a. Membuka penutup rocker arm pada cover kepala silinder. Atau juga bisa membuka cover kepala silinder.
b. Memutar poros engkol hingga tanda pada puli poros engkol tepat dengan angka 10 pada tutup rantai timing. Angka 10 menyatakan 10 derajat sebelum TMA/Titik Mati Atas dimana waktu busi memulai meletikkan bunga api. (Untuk beberapa mobil mungkin berbeda, ada yang 8 derajat sebelum TMA, jadi lihatlah pada buku manual/spesifikasi standar pabrik).
c. Memeriksa kedua rocker arm atau push rod pada silinder 1 atau 4. Apabila kedua rocker arm (buang dan masuk) atau push rod untuk silinder 1 dalam keadaan bebas, berarti silinder 1 pada posisi top kompresi. Bebas disini berarti rocker arm tidak menekan katup sehingga waktu kompresi kedua katup akan menutup. Demikian juga sebaliknya untuk silinder 4.

Catatan Penting!!
Untuk menentukan top kompresi silinder 1 atau 4, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
- Putar poros engkol sambil memperhatikan katup masuk silinder mana yang bergerak.
- Apabila yang bergerak katup masuk silinder 1 pada saat anda memutar poros engkol, berarti ketika tanda pada puli tepat dengan tanda 0 : yang sedang top kompresi adalah silinder 1.

Cara Kedua: 
a. Melepas busi silinder 1 atau 4.
b. Sumbat lubang busi dengan majun (tekan dengan obeng supaya rapat).
c. Putar kunci kontak ke posisi start kurang lebih 1 detik hingga majun terlempar ke luar dari lubang busi.
d. Putar balik poros engkol hingga tanda pada puli segaris dengan angka 10 pada tutup rantai timing. (Untuk beberapa mobil mungkin berbeda, ada yang 8 derajat sebelum TMA, jadi lihatlah pada buku manual/spesifikasi standar pabrik).

2. Memasukkan distributor hingga rotor distributor menghadap ke terminal distributor silinder 1 atau 4 (tergantung top kompresinya). Atur posisi alur pada pompa oli sehingga poros distributor dapat masuk dengan mudah. Pastikan distributor masuk hingga body distributor bersentuhan dengan blok mesin.

Catatan Penting!!
Sebelum memasukkan distributor, putar rotor sekitar 30 derajat (hanya perkiraan) berlawanan putaran arah rotor, lalu atur posisi alur pada pompa oli. Harapannya agar waktu terpasang rotor tepat menghadap ke terminal distributor silinder 1 atau 4.

3. Memutar kunci kontak ke posisi ON.
4. Memutar rumah distributor berlawanan dengan arah putaran rotor dan hentikan saat kabel tegangan tinggi dari koil mengeluarkan bunga api. Atau bisa juga melihat pada platina yang mengeluarkan bunga api. Hal ini dilakukan untuk menepatkan saat pengapian dimana saat 10 derajat sebelum TMA busi mulai meletikkan bunga api.
5. Memasang baut pengikat klem body distributor. Pastikan posisi distributor tidak bergeser saat memasang baut.
6. Memasang tutup distributor. Pastikan pula rotor sudah terpasang sebelum memasang tutup distributor.
7. Memasang kabel busi sesuai urutan penyalaan atau FO/Firing Order. (Firing Order/Urutan Penyalaan untuk mesin kijang adalah 1-3-4-2, kebanyakan mesin 4 silinder memakai FO tersebut. Untuk lebih jelas lihatlah buku manual).
8. Menghidupkan mesin.
9. Melakukan pengecekan dengan menggunakan timing light. Lakukan pengaturan ulang jika waktu pengapian yang ditunjukkan di puli dengan timing light belum tepat.
10. Membersihkan alat, dan tempat kerja.

Dari langkah-langkah di atas, secara singkat langkah-langkah utamanya adalah:
1. Menempatkan top kompresi silinder 1 atau 4 dengan memutar puli poros engkol.
2. Menepatkan tanda pada puli sesuai dengan waktu pengapian. 
3. Menentukan top kompresi 1 atau 4 dengan meraba rocker arm/push rod yang bebas atau melepas busi.
4. Memasukkan distributor ke tempatnya. Dengan memastikan posisi rotor menghadap terminal 1 atau 4 (sesuai top kompresinya).
5. Menepatkan posisi platina hingga mulai membuka/mulai meletik. Lalu memasang baut pengikat distributor.
6. Memasang tutup distributor dan kabel busi sesuai Firing Order.



Kesalahan yang Sering Terjadi
Dalam memasang distributor ada beberapa kasus kesalahan yang sering dilakukan peserta praktik, kesalahan-kesalahan tersebut antara lain:
1. Salah dalam menentukan top silinder. Lupa untuk mengecek pada rocker arm dan push rod.
2. Pemasangan distributor dimana rotor salah arah terminal.
3. Piston belum ditopkan kompresi. Akibat dari belum menepatkan tanda pada puli.
4. Waktu pengapian tidak tepat. Akibat dari belum menepatkan tanda pada puli atau bukaan pada platina.
5. Salah FO atau salah menempatkan kabel busi. Ciri-cirinya adalah terjadi ledakan.
6. Kabel pengapian belum dipasang. Yang dimaksud adalah kabel arus primer dari - (negatif) koil ke distributor.

7. Rotor belum dipasang. Rotor berfungsi membagi dan menyalurkan tegangan tinggi ke terminal kabel busi. 8. Distributor belum masuk keseluruhan sampai body distributor bersentuhan dengan blok mesin. 9. Posisi distributor bergeser saat memasukkan baut pengikat.

Author Box

Assalamu’alaikum wr. Wb. Salam sejahtera untuk anda semua. Selamat bergabung dengan blog Otomediashare, blog yang menghimpun dan membagi berita, informasi terkini, dan pengetahuan seputar dunia otomotif. Mari maju bersama Otomediashare. Wassalam. , Follow us on: Facebook & Twitter

  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar:

Posting Komentar