Featured

Recent Posts

Minggu, 28 Februari 2016

RPP SISTEM HIDROLIK SEPEDA MOTOR

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


NAMA SEKOLAH                : SMK OTOMEDIA
KOMPETENSI KEAHLIAN  : Kompetensi Kejuruan
KELAS/SEMESTER               : XI / 3
KODE KOMPETENSI           : 021.KK.04
PERTEMUAN KE                  : 4
ALOKASI WAKTU               : 10 x 45 menit
STANDAR KOMPETENSI
1.      Melakukan Perbaikan Sistim Hidrolik Sepeda Motor

KOMPETENSI DASAR 
1.1.     Memelihara Sistim Hidrolik Sepeda Motor

INDIKATOR
1.1.1.     - Mengidentifikasi komponen-komponen sistem hidrolik.
1.1.2.     - Memahami fungsi komponen sistem hidrolik
1.1.3.     - Memahami prinsip kerja komponen sistem hidrolik
1.1.4.     - Memahami karakteristik hidrolik
1.1.5.      - Mengamati komponen-komponen sistem hidrolik dari adanya tanda tanda kerusakan.
1.1.6.      - Melakukan pemeriksaan komponen- komponen sistem hidrolik 
                I.    TUJUAN PEMBELAJARAN
1.    Siswa mampu memilih macam dongkrak sesuai beban yang diangkat diakses dari buku manual dan pengamatan langsung dibengkel otomotip.
2.    Siswa mampu mengidentifikasi cairan hidrolik dan penggunaannya
3.    Siswa mampu mengunakan sistim hidrolik untuk melaksanakan pelepasan roda dan  ban dibengkel otomotip.
4.    Siswa mampu mengidentifikan simbol – simbol yang digunakan dalam perlalatan sistem hidrolik
5.    Siswa mampu memelihara secara rutin pada sistem hidrolik dengan  menambah pelumas sesuai SOP.
6.    Siswa mampu merawat/ servis sistem hidrolik sesuai SOP
       II.    MATERI PEMBELAJARAN


Sistem Hidrolik adalah suatu sistem/ peralatan yang bekerja berdasarkan sifat dan potensi / kemampuan yang ada pada zat cair ( liquid ).Kata hidrolik sendiri berasal dari bahasa ‘Greek’ yakni dari kata ‘hydro’ yang berati air dan ‘aulos’ yang berarti pipa. Namun, pada masa sekarang ini sistem hidrolik kebanyakan menggunakan air atau campuran oli dan air (water emulsian) atau oli saja.
Masalah pemeliharaan pada sistem hidraulik adalah hal yang sangat  penting untuk menjamin sistem hidraulik bekerja dengan benar sesuai prosedur yang ada. Hal ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan sistem hidraulik tidak bekerja dengan baik. Untuk itu kita perlu mengetahui prinsip dasar dari system hidraulik seperti pada gambar dibawah ini.
Kita membebani piston dari pompa piston tunggal dengan gayatertentu. Makin kuat kita menekan piston, makin kuat gaya pada piston, maka tekanan makin meningkat. Tekanan meningkat berdasarkan luas dari silinder dan dapat mengalahkan beban. Kecepatan gerak beban  hanya tergantung pada volume fluida yang dimaksudkan ke selinder. Hal ini bahwa makin cepat piston diturunkan ke bawah, makin bannyak fluida per satuan waktu yang dialirkan ke dalam silinder. Sehingga beban akan terangkat lebih cepat.
Sumber energi mekanik dapat berupa :
1.    Gerakan tekan dari tangan
2.    Gerakan tekan dari kaki
3.    Gerakan putar engine
4.    Gerakan putar motor listrik
5.    Dan lain-lainnya
Pengubah energi mekanik menjadi energi hidraulik:
1.    Pompa piston aksial
2.    Pompa piston radial
3.    Pompa roda gigi
4.    Pompa sudu / vane
5.    Pompa sekrup



Fluida yang digunakan dapat digolongkan dalam dua jenis:
1.           1. Fire Resistance Oils
    2.  Hydraulic Mineral Oils
Pengubah energi hidraulik menjadi energi mekanik:
1.              1. Silinder kerja tunggal
2.               2. Silinder kerja ganda

Dari uraian dan gambar di atas dapat dilihat bahwa ada tiga bagian / komponen  utama dari sistem hidraulik yaitu: Unit penghasil energi hidraulik, Fluida dan katup-katup, Unit pengubah energi hidraulik menjadi mekanik. Sehingga masalah pemeliharaan sistem hidraulik harus dilakukan secara berkala pada tiga unit tersebut.
      I.    METODE PENGAJARAN
          ·                     Ceramah
          ·                     Tanya Jawab
          ·                     Diskusi
    II.    KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan ke satu (90 menit)
No
Kegiatan
Waktu
Metode
1
Pendahuluan   :
1.    Guru menciptakan suasana kelas yangreligius dengan memberi salam dan menunjuk salah satu siswa memimpin berdoa, memeriksa kehadiran dan kerapian siswa, mengkontrol kebersihansebagai wujud kepedulian lingkungan.
2.    Guru menumbuhkan rasa ingin tahudengan menyampaikan  SK/KD dan tujuan pembelajaran
3.    Guru memberikan apersepsi  sistem hidrolik  kepada siswa dengan  rasa tanggung jawab  dengan memberikan contoh system hidrolik.
4.    Guru memberi motivasi siswa secarakomunikatif dan kreatif dengan  memberi penjelasan tentang system hidrolik.
10 ’
Ceramah, tanya jawab
2
Kegiatan inti
a.   Eksplorasi
1.    Guru membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil . Setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.
2.    Siswa berdiskusi secara komunikatiftentang  sistem hidrolik.
3.    Masing masing peserta/anggota kelompok menyampaikan pendapatnya secara mandiri dan bertanggungjawabtentang  pentingnya sistem hidrolik.
b.   Elaborasi
1.    Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi  secaramandiri dan bertanggungjawabsedangkan kelompok lain merespon secara demokratis.
2.    Siswa bekerja keras  melakukan pengamatan terhadap hidrolik.
c.  Konfirmasi
1.    Guru memberikan tanggapan dan simpulan berdasarkan hasil diskusi kerja   kelompok secara komunikatif.
2.    Guru memberikan penguatan tentang  pentingnya system hidrolik dengan bertanggungjawab.
3.    Guru secara kreatif memberikan catatan-catatan penting mengenai materi pokok yang harus dikuasai siswa.
70’
Diskusi &
Pengamatan

3
Penutup
1.    Guru membimbing siswa secara mandiriuntuk membuat rangkuman  dari materi yang telah dibahas
2.    Guru melakukan penilaian akhir terhadap materi yang telah diberikan secara bertanggungjawab.
3.    Guru memberikan umpan balik terhadap materi yang telah diajarkan secarademokratis.
4.    Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut secara mandiri dalam bentukpembelajaran remidi, program pengayaan, layan­an konseling dan/atau memberikan tugas baik tu­gas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik
5.    Guru menumbuhkan rasa ingin tahusiswa agar gemar membaca dengan membuat laporan hasil diskusi yang sudah dikembangkan secara individu, dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya
10 ‘
Ceramah, tanya jawab

Pertemuan ke dua (90 menit)
No
Kegiatan
Waktu
Metode
1
Pendahuluan   :
1.    Guru menciptakan suasana kelas yangreligius dengan memberi salam dan menunjuk salah satu siswa memimpin berdoa, memeriksa kehadiran dan kerapian siswa, mengkontrol kebersihansebagai wujud kepedulian lingkungan.
2.    Guru menumbuhkan rasa ingin tahudengan menyampaikan  SK/KD dan tujuan pembelajaran
3.    Guru memberikan apersepsi  prinsip kerja sistem hidrolik kepada siswa dengan  rasa tanggung jawab  dengan memberikan pertanyaan pentingnya prinsip kerja system hidrolik.
4.    Guru memberi motivasi siswa secarakomunikatif dan kreatif dengan cara memberikan contoh sistem hidrolik.
10 ’
Ceramah, tanya jawab
2
Kegiatan inti
a.   Eksplorasi
1.    Guru membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil . Setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.
2.    Siswa berdiskusi secara komunikatif  tentang prinsip kerja sistem hidrolik.
3.    Masing masing peserta/anggota kelompok menyampaikan pendapatnya secara mandiri dan bertanggungjawabtentang prinsip kerja sistem hidrolik.
b.   Elaborasi
1.    Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi  secaramandiri dan bertanggungjawabsedangkan kelompok lain merespon secara demokratis.
2.    Siswa bekerja keras  melakukan pengamatan terhadap  prinsip kerja sistem hidrolik pada sepeda motor.
c.  Konfirmasi
1.    Guru memberikan tanggapan dan simpulan berdasarkan hasil diskusi kerja   kelompok secara komunikatif.
2.    Guru memberikan penguatan tentang  pentingnya prinsip kerja sistem hidrolik dengan bertanggungjawab.
3.    Guru secara kreatif memberikan catatan-catatan penting mengenai materi pokok yang harus dikuasai siswa.
70’
Diskusi &
Pengamatan

3
Penutup
1.    Guru membimbing siswa secara mandiriuntuk membuat rangkuman  dari materi yang telah dibahas
2.    Guru melakukan penilaian akhir terhadap materi yang telah diberikan secarabertanggungjawab.
3.    Guru memberikan umpan balik terhadap materi yang telah diajarkan secarademokratis.
4.    Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut secara mandiri dalam bentukpembelajaran remidi, program pengayaan, layan­an konseling dan/atau memberikan tugas baik tu­gas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik
5.    Guru menumbuhkan rasa ingin tahusiswa agar gemar membaca dengan membuat laporan hasil diskusi yang sudah dikembangkan secara individu, dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya
10 ‘
Ceramah, tanya jawab


             III.Sumber dan Media Pembelajaran
Mohamad Rahino, 2004. Pemeliharaan / servis “Sistem Hidrolik “Jakarta : Dirjendikdasmenkejur
Tim Harapan Putra Abadi, 2006. Memperbaiki Sistem Hidrolik dan Kompresor Udara. Surakarta : Smart

            VI.Penilaian
1.      Teknik     : Tertulis dan tes praktek
2.      Bentuk    : Tes Uraian dan Tes Praktek
                                          Soal/Instrumen
Tes Uraian:
1.      1. Apa sistem hidrolik itu?
 2. Sebutkan penggunaan sistem hidrolik dalam kendaraan!
 3. Apakah fungsi konektor itu?
4.     4. Untuk menyalurkan cairan hidrolik  ke dalam sistem hidrolik 
            diperlukan…………………………...berupa …………………………..……
5.     5. Ditinjau dari fungsinya, unit pengatur atau katup-katup ada tiga jenis. Sebutkanlah
            ketiga jenis tersebut dan fungsi masing-masing!
6.   Coba jelaskan cara kerja katup logic AND dan katup OR!
7.   Sebutkan macam-macam katup pengatur aliran (flow control)!
8.   Jelaskan cara kerja silinder kerja ganda!
9.   Sebutkan dan jelaskan syarat-syarat cairan hidrolik?
10.  Bagaiman cara pemeliharaan cairan hidrolik?
  Tes Praktek:

1.    Lakukan prosedur membuang udara dari saluran rem hidrolis!

         VII.Analisis
·               Nilai < KKM dilaksanakan remidiasi
·               Nilai ═ KKM dilaksanakan pengayaan
·               Nilai > KKM dilaksanakan percepatan materi
        Kunci Jawaban dan Penskoran
No Soal
Kunci Jawaban
Skor
Butir
Skor
Maks
1
Sistem Hidrolik adalah suatu sistem/ peralatan yang bekerja berdasarkan sifat dan potensi / kemampuan yang ada pada zat cair ( liquid ).Kata hidrolik sendiri berasal dari bahasa ‘Greek’ yakni dari kata ‘hydro’ yang berati air dan ‘aulos’ yang berarti pipa. Namun, pada masa sekarang ini sistem hidrolik kebanyakan menggunakan air atau campuran oli dan air (water emulsian) atau oli saja.
10
10
2
Penggunaan sistem hidrolik pada kendaraan:bolduser,traktor, car lift, dongkrak hidrolik, dump truck,komponen-komponen kendaraan ( power steering, rem )
8
8
3
Fungsi konektor untuk menyambungkan komponen-komponen hidrolik hingga menjadi satu rangkaian.
8
8
4
Konduktor berupa selang atau pipa atau tube.
5
5
5
Klasifikasi katup menurut fungsinya:
1) Katup pengarah untuk mengatur arah gerak actuator
2) Katup pengatur tekanan untuk mengatur tekanan udara kempa yang masuk maupun yang ada dalam sistem.
     3) Katup pengatur aliran untuk mengatur besar kecilnya aliran udara sesuai keperluan.
12
12
6
Cara kerja katup AND apabila ada sinyal dari kedua sisi bersamaan maka katup aktif
Cara kerja katup OR, katup akan aktif apabila ada sinyal dari salah satu sisi atau dari kedua sisi.
11
11
7
Macam-macam katup pengatur aliran:
1)    Fix flow control.
2)    Adjustable flow control.
3)    Adjustable flow control with check valve bypass.
12
12
8
Bila tekanan masuk dari saluran belakang, piston akan bergerak maju dan apabila tekanan dari saluran depan silinder akan bergerak mundur.
10
10
9
Cairan hidrolik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut :
1) Kekentalan (Viskositas) yang cukup
Cairan hidrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi fungsinya sebagai pelumas. Apabila viskositas terlalu rendah maka film oli yang terbentuk akan sangat tipis sehingga tidak mampu untuk menahan gesekan. Demikian juga bila viskositas terlalu kental, tenaga pompa akan semakin berat untuk melawan gaya viskositas cairan

2) Indeks Viskositas yang baik
Dengan viscosity index yang baik maka kekentalan cairan hidrolik akan stabil digunakan padansistem dengan perubahan suhu kerja yang cukup fluktuatif.
3) Tahan api (tidak mudah terbakar)
Sistem hidrolik sering juga beroperasi ditempat-tempat yang cenderung timbul api atau berdekatan dengan api. Oleh karena itu perlu cairan yang tahan api.
4) Tidak berbusa (Foaming)
Bila cairan hidrolik banyak berbusa akan berakibat banyak gelembunggelembung udara yang terperangkap dlam cairan hidrolik sehingga akan terjadi compressable dan akan mengurangi daya transfer. Disamping itu, dengan adanya busa tadi kemungkinan terjilat api akan lebih besar.
5) Tahan dingin
Tahan dingin adalah bahwa cairan hidrolik tidak mudah membeku bila beroperasi pada suhu dingin. Titik beku atau titik cair yang dikehendaki oleh cairan hydrolik berkisar antara 10°-15° C dibawah suhu permulaan mesin dioperasikan (star-up). Hal ini untukk menantisipasi terjadinya block (penyumbatan) oleh cairan hidrolik yang membeku.
6) Tahan korosi dan tahan aus
Cairan hidrolik harus mampu mencegah terjadinya korosi karena dengan tidak terjadi korosi maka kontruksi akan tidak mudah aus dengan kata lain mesin akan awet.
7) Demulsibility (Water separable)
Yang dimaksud dengan de-mulsibility adalah kemampuan cairan hidrolik, karena air akan mengakibatkan terjadinya korosi bila berhubungan dengan logam.
8) Minimal compressibility
Secara teoritis cairan adalah uncomprtessible (tidak dapat dikempa). Tetapi kenyataannya cairan hidrolik dapat dikempa sampai dengan 0,5 % volume untuk setiap penekanan 80 bar oleh karena itu dipersyaratkan bahwa cairan hidrolik agar seminimal mungkin dpat dikempa.
12
12
10
Pemeliharaan Cairan Hidrolik
1) Simpanlah cairan hidrolik (drum) pada tempat yang kering, dingin dan terlindungi (dari hujan, panas dan angin).
2) Pastikan menggunakan cairan hidrolik yang benar-benar bersih untuk menambah atau mengganti cairan hidrolik kedalam sistem. Gunakan juga peralatan yang bersih untuk memasukannya.
3) Pompakanlah cairan hidrolik dari drum ke tangki hidrolik melalui saringan (pre-filter).
4) Pantaulah (monitor) dan periksalah secara berkala dan berkesinambungan kondisi cairan hidrolik.
5) Aturlah sedemikian rupa bahwa hanya titik pengisi tangki yang rapat sambung sendiri yang ada pada saluran balik.
6) Buatlah interval penggantian cairan hidrolik sedemikian rupa sehingga
oksidasi dan kerusakan cairan dapat terhindar. (periksa dengan pemasok cairan hidrolik).
7) Cegah jangan sampai terjadi kontamisnasi gunakan filter udara dan filter oli yang baik.
8) Cegah terjadinya panas/pemanasan yang berlebihan, bila perlu pasang pendingin (cooling) atau bila terjadi periksalah penyebab terjadinya gangguan, atau pasangunloading pump atau excessive resistence.
9) Perbaikilah dengan segera bila terjadi kebocoran dan tugaskan seorang maitenanceman yang terlatih.
10) Bila akan mengganti cairan hidrolik (apa lagi bila cairan hidrolik yang berbeda), pastikan bahwa komponen dan seal-sealnya cocok dengan cairan yang baru, demikian pula seluruh sistem harus dibilas (flushed) secara baik.
12
12
1
Sikap, pengetahuan, keterampilan (Penilaian praktek)
100
100
Skor Maksimum= Tes teori (30%) + Tes praktek (70%)
100
100

PRAKTEK KE-1 PEMELIHARAAN SISTEM HIDROLIK (9 X 45 menit)
      Tujuan:
1.    Dapat melakukan pemeriksaan rutin / berkala pada sistem hidraulik
2.    Dapat melakukan perawatan secara rutin / berkala pada sistem
hidraulik
  Alat dan Bahan:
1.    Alat – alat tangan (hand tool)
2.    Kain pembersih (majun)
3.    Cairan pembersih
4.    Sebuah cermin kecil
 Keselamatan Kerja:
1.       Pastikan Sistem rem bekerja dengan baik atau enginedalam keadan mati.
2.       Pastikan tidak ada minyak / fluida hidraulik yang tercecer dilantai.
3.       Pastikan ruangan dalam keadaan bersih.
4.       Selalu memperhatikan K3

 Langkah kerja:
1.    Bukalah semua penutup / body yang menutupi system hydraulik
2.    Periksalah mulai dari reservoir fluida / minyak hidraulik, apakah kurang, cukup, berubah warna dan kekentalannya dan sebagainya.
3.    Periksalah pompa hidraulik pastikan tidak ada kebocoran internal
4.    Periksalah bagian actuator pastikan silinder dapat bekerja sempurna, langkah batang silinder sesuai sfesifikasi.
5.      Periksalah sambungan – sambungan pipa atau selang
6.    Periksalah keadaan pipa dan selang apakah berkarat,  retak, pecah-pecah dan sebagainya.
NO
Nama Komponen Yang diperiksa
Hasil pemeriksaan
Ket
1
Fluida / minyak hidraulik
a.      jenis
b.      jumlah
c.      keadaan
d.      warna
2.
Pompa hidraulik
a.      jenis
b.      keadaan
c.      kebocoran
3
Aktuaor
a.    jenis
b.    jumlah silinder
c.    keadaan silinder
d.    seal
4
Pipa dan selang
a.    keadaan pipa
b.    keadaan selang
c.    keadaan fitting
5
Kesimpulan hasil pemeriksaan :

No
Aspek
Indikator
A.
Nilai Teori (NT)  30%
B.1.            
Sikap
1. Disiplin
2. Kebersihan
3. Keselamatan kerja
Sub Total NS (20%)
B.2.            
Pengetahuan
1. Pemahaman nama komponen
2. Pemahaman prinsip kerja
3. Analisa permasalahan
4. Analisa perbaikan
Sub Total NPE(30%)
B.3.            
Ketrampilan
1. Urutan kerja sesuai dengan prosedur
2. Melakukan pemeriksaan
3. Melakukan pengukuran
4. Melakukan perakitan
5.Tepat waktu
Sub Total NK(50%)
Nilai Praktek (NP) 70% =NS + NPE + NK
NILAI STANDAR KOMPETENSI=NSK= (NT + NP)


      VIII.Kriteria Penilaian
Kriteria ketuntasan nilai :
             Nilai   < 7.5               : Belum tuntas
7.50 – 7.99    : Cukup
8.00 – 8.59    : Baik
8.60 – 10.0    : Amat Baik
            IX.Analisis Penilaian
·               Nilai < KKM dilaksanakan remidiasi
·               Nilai ═ KKM dilaksanakan pengayaan
·               Nilai > KKM dilaksanakan percepatan materi


Waka Kurikulum





GUNAWAN, S.Pd
Metro,  Januari  2022
Guru Mata Pelajaran




WIDYA AGUNG H. ST

Kepala Sekolah
SMK OTOMEDIA





OTOMEDIASHARE


Author Box

Assalamu’alaikum wr. Wb. Salam sejahtera untuk anda semua. Selamat bergabung dengan blog Otomediashare, blog yang menghimpun dan membagi berita, informasi terkini, dan pengetahuan seputar dunia otomotif. Mari maju bersama Otomediashare. Wassalam. , Follow us on: Facebook & Twitter

  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar:

Posting Komentar